Pentingnya Budaya Literasi di SMPK Immaculata Ruteng

Jadikanlah literasi sebagai cahaya dalam kegelapan melawan arus moderenitas zaman dan tingkatkan kualitas diri dengan memperbanyak baca

Pentingnya Budaya Literasi di SMPK Immaculata Ruteng

Oleh: Yohana Herlina Mbindi,S.Pd

Apa pentingnya kegiatan literasi yang dilaksanakan di lingkungan SMPK Immaculata Ruteng? Mengapa harus dilaksanakan kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran? Pertanyaan demikian sering dilontarkan oleh peserta didik SMPK Immaculata Ruteng. Menurut National Institute for Literacy, literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Secara singkat, dapat diartikan literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

Berdasarakan hasil penelitian literasi menunjukkan bahwa literasi memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Fakta menunjukan bahwa berdasarkan data statistik dari UNESCO, dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah. Peringkat 59 diisi oleh Thailand dan peringkat terakhir diisi oleh Botswana. Sedangkan Finlandia menduduki peringkat pertama dengan tingkat literasi yang tinggi, hampir mencapai 100%. Data ini jelas menunjukan bahwa tingginya minat baca di Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura dan Malaysia. Dilansir dari data penelitian yang dilakukan United Nations Development Programme (UNDP), tingkat pendidikan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 14,6%. Persentase ini jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai angka 28% dan Singapura yang mencapai angka 33%.

Maka dari itu salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi meresmikan program pengiriman buku gratis setiap tanggal 17 ke seluruh daerah di Indonesia. Program yang diinisiasi oleh Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab dengan beberapa pegiat literasi yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli akan literasi di Indonesia. Melalui program ini diharapkan dapat mempermudah akses terhadap buku dan meningkatkan minat baca masyarakat.

SMPK Immaculata Ruteng merupakan salah satu sekolah yang menjadikan kegiatan literasi sebagai hal yang penting untuk dilaksanakan. Membaca 15 menit sebelum pelajaran adalah salah satu cara mendorong peserta didik untuk berliterasi hal ini telah memberi warna tersendiri di awal kegiatan pembelajaran setiap hari. Kegitan literasi bukan hanya melibatkan peserta didik semata, akan tetapi guru juga memiliki peran penting untuk terlibat aktif dalam kegitan literasi ini. Selain membaca peserta didik juga ditugaskan untuk menemukan poin-poin penting yang didapat selama berliterasi yang dijadikan sebagai motivasi atau inspirasi bagi kehidupan peserta didik itu sendiri. Poin-poin penting tersebut dituangkan dalam tulisan untuk dijadikan sebagai buku literasi pribadi, pohon literasi, majalah dinding, puisi, dan cerpen. Buku bacaan yang digunakan dalam kegiatan literasi meliputi Alkitab, novel, buku-buku pelajaran, majalah, koran, dan buku lainya yang relevan untuk menamba wawasan.

Adapun tujuan lain dari literasi bagi peserta didik yaitu: Pertama menumbuhkan budaya literasi dalam diri peserta didik di tengah kehidupan masyarakat. Kedua mengembangkan budi pekerti yang baik dalam diri peserta didik. Ketiga meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memberikan penilaian kritis terhadap sebuah karya yang dilakukan seperti membuat analisis novel yang dijadikan tugas wajib mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VI, VII, IX. Keempat memaksimalkan penggunaan waktu menjadi lebih berkualitas serta meningkatkan minat baca. Kelima mengembangkan nilai kepribadian peserta didik melalui kegiatan membaca, menulis, dan menyimak. Keenam mendapatkan hiburan dan meningkatkan daya imajinasi dalam hal ini membaca karya fiksi.

Sekolah mendukung penuh kegiatan literasi dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan peserta didik seperti membuat perpustakaan mini di setiap kelas, perpustakaan sekolah yang memadai, taman baca, serta mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan perpustakaan digital, dan website.

Untuk mendukung tujuan tersebut di atas SMPK Immaculata Ruteng berkomitmen untuk terus memotivasi peserta didik agar menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga dengan demikian kegitan literasi tidak hanya sekadar aturan atau rutinitas belaka. Dengan harapan bahwa peserta didik mampu untuk menjadikan literasi bagian dari hidup. Taylor Ellwood mengatakan, “Literasi bukan hanya tentang membaca, menulis, dan memahami. Ini tentang budaya, profesionalisme, dan pandangan sosial.” Jadikanlah literasi sebagai cahaya dalam kegelapan melawan arus moderenitas zaman dan tingkatkan kualitas diri dengan memperbanyak baca.


"Literasi investasi prestasi menggapai mimpi "

LINK TERKAIT